News Breaking
MEDKOM LIVE
wb_sunny

Breaking News

Ginka Febriyanti, Komisaris Pertamina Muda dan Relawan Prabowo yang Diduga Terlibat Demo Bayaran

Ginka Febriyanti, Komisaris Pertamina Muda dan Relawan Prabowo yang Diduga Terlibat Demo Bayaran

Ringkasan Berita:
  • Ginka Febriyanti Ginting menjadi Komisaris Pertamina Retail pada usia 27 tahun.
  • Ginka Febriyanti pernah disangka terlibat dalam aksi demo yang dibayar dalam kejadian yang berujung pada kerusuhan, pada Agustus 2025.
  • Ginka Febriyanti juga berperan sebagai relawan Prabowo

Nama Ginka Febriyanti Ginting kini menjadi sorotan masyarakat setelah diangkat sebagai salah satu Komisaris PT Pertamina Retail.

Pemilihan ini menarik perhatian mengingat usia Ginka yang masih tergolong muda, yaitu 27 tahun.

Tidak hanya faktor usia, jalannya karier dan kegiatannya dalam organisasi juga menjadi perhatian.

Ginka dikenal memiliki catatan sebagai salah satu tokoh relawan yang giat mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden 2024.

Di dalam gerakan relawan tersebut, Ginka ditunjuk sebagai Koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (Bison).

Organisasi ini terkenal sebagai tempat para relawan yang sebagian besar diisi oleh kalangan muda dan mengklaim memiliki jaringan di 18 daerah di Indonesia.

Tugasnya sebagai koordinator membuat Ginka sering muncul dalam berbagai kegiatan kampanye dan konsolidasi relawan menjelang Pilpres 2024.

Salah satu momen yang sempat menarik perhatian terjadi ketika ia memimpin upacara besar kemenangan di Alun-Alun M. Hasibuan, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (7/2/2024).

Pada kesempatan tersebut, Ginka menyampaikan harapan positif terhadap peluang kemenangan pasangan Prabowo-Gibran di wilayah Bekasi.

"Kami tentu terus berusaha untuk memperoleh sebanyak-banyaknya suara, semoga wilayah Bekasi Kota bisa menang 100 persen untuk Pak Prabowo dan Mas Gibran," kata Ginka pada saat itu.

Acara ini diikuti oleh ribuan peserta yang datang dari berbagai wilayah.

Mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh semangat sejak pagi hari.

Selain menghadiri upacara besar, peserta juga mengikuti kegiatan jalan kaki yang diselenggarakan di sekitar area alun-alun.

Kemudian, para relawan mendengarkan pidato yang disampaikan Ginka bersama beberapa tokoh pendukung lainnya.

Semangat peserta terlihat sepanjang jalannya acara.

Area halaman kota dipenuhi oleh relawan yang mengenakan atribut dukungan terhadap pasangan calon yang mereka dukung.

Panitia juga memberikan kaos kepada peserta yang hadir sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Selain itu, para relawan yang menghadiri acara juga mendapatkan voucher yang bisa ditukar dengan makanan dan minuman.

Voucher tersebut bisa digunakan di beberapa penjual yang berada di sekitar area Alun-Alun M. Hasibuan.

Kini, setelah secara resmi menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina Retail, sosok Ginka Febriyanti Br Ginting kembali menjadi topik pembicaraan masyarakat dengan adanya perhatian terhadap jalannya organisasi dan pengalamannya dalam dunia kegiatan sosial politik.

Berdasarkan penelusuran Tribunnews, Ginka lahir di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, pada 1 Februari 1998.

Oleh karena itu, Ginka yang berusia 27 tahun telah diangkat menjadi komisaris.

Ginka tercatat telah menyelesaikan studi sarjana jurusan Akuntansi di Universitas Esa Unggul serta pendidikan magister dalam bidang Manajemen di kampus yang sama.

"Sebagai tokoh muda yang aktif di berbagai organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, dan sosial. Menunjukkan minat kuat dalam pengembangan tata kelola, kepemimpinan, serta kontribusi strategis terhadap organisasi," demikian penjelasan di laman PT Pertamina Retail mengenai Ginka.

Diduga Terlibat Demo Bayaran

Koordinator Kelompok Intelektual Strategi Tujuan Nasional (Bison) yang dikepalai oleh Ginka pernah dilaporkan memimpin pengikut bayaran dalam aksi yang berujung pada kerusuhan, pada Agustus 2025.

"Kami juga menemukan, apakah ada masa pembayaran? Ya, ada pengakuan tentang kelompok yang dibayar, yang dipimpin oleh sebuah organisasi bernama Bison," ujar Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur dalam Rilis Laporan Komisi Pencari Fakta (KPF) Agustus 2025 mengenai Demonstrasi, Kerusuhan, Penjarahan, dan Perburuan Aktivis Terbesar Sejak Reformasi 1998, di Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).

Nah, Bison ini mengakui, mengatur massa yang dapat dimanfaatkan oleh tim hore jika tampil di televisi.

Isnur melanjutkan, dalam investigasi independen KPF, organisasi Bison mengakui bahwa mereka didorong dan diberi uang untuk mencegah atau menghalangi aksi protes mahasiswa.

Dalam laporan mereka, KPF menemukan bukti kuat adanya kelompok yang disuruh dalam aksi unjuk rasa pada 28 Agustus 2025.

Para demonstran ini diduga berasal dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cianjur, Sukabumi, dan Cimahi.

Kelompok preman tiba di Jakarta secara bertahap pada 28 Agustus 2025.

Pada tahap awal, sekitar 10 orang berangkat dari Cimahi membawa sekitar 160 botol bom molotov, petasan, kembang api, serta alat lainnya.

Kelompok awal ini kemudian mengambil tambahan massa dari Bandung Barat, Cianjur, Sukabumi, dan Bogor.

Jumlah peserta yang hadir meningkat menjadi sekitar 600 orang sebelum tiba di Jakarta.

"Beberapa berita acara polisi menunjukkan keterlibatan pelaku dalam pengorganisasian massa bayaran tersebut," demikian dilaporkan dalam dokumen laporan KPF.

Ginka sendiri mengakui bahwa ia telah memerintahkan Sekretaris Nasional Bison Ahmad Rifaldi untuk mengumpulkan 70 orang guna melakukan demonstrasi pada 28 Agustus 2025.

Ia memberikan dana senilai Rp9.300.000 kepada Bendahara Bison Ebyn Atsil Majid.

Dana tersebut terdiri dari uang imbalan aksi sebesar Rp6.300.000 dan biaya logistik senilai Rp3.000.000.

Seluruh dana diakui berasal dari dana internal Bison.

Bison awalnya dibentuk sebagai bagian dari tim pemenangan Prabowo-Gibran dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 serta Andra Soni-Dimyati Natakusumah dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2024.

Ginka juga mengatakan Bison memiliki organisasi sayap yang disebut Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M).

Ikut Pengawasan Pemungutan Suara Ulang di Serang

Tahun lalu, Ginka mengungkapkan bahwa dirinya akan turun untuk memantau pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Serang, Banten.

Ginka percaya bahwa meskipun dilakukan pemungutan suara ulang, pasangan Ratu Rachmatuzakiyah-Najib Hamas tetap akan menang.

Meskipun diulang seribu kali, kami yakin Ratu Zakiyah akan tetap menjadi pemenang. Mengenai keputusan MK, marilah kita hormati dan kami berharap keputusan tersebut bukanlah hasil dari campur tangan pihak penggugat," ujar Ginka dalam keterangan yang diterima, Kamis (27/3/2025).

Kami Bison Indonesia akan mengumpulkan kekuatan untuk membuktikan bahwa kemenangan Bu Ratu Zakiyah adalah benar-benar suara rakyat Serang yang menginginkan daerahnya menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Selanjutnya, PSU dilakukan setelah terjadi sengketa hasil Pilkada Serang. Setelah PSU selesai, KPU menetapkan pasangan Ratu Rachmatuzakiyah-Najib sebagai pemenang.

(TribunTrends/Bangkapos/Fitri Wahyuni)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar