News Breaking
MEDKOM LIVE
wb_sunny

Breaking News

Tersingkir dari Indonesia Open 2026, Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari beberkan alasan tak menyesal gugur di Istora

Tersingkir dari Indonesia Open 2026, Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari beberkan alasan tak menyesal gugur di Istora

medkomsubangnetwork,Ganda putri, Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari, harus terhenti di babak pertama Indonesia Open 2026. Namun, mereka mengaku tak menyesal meski tersingkir dari turnamen ini.

Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari kalah dari wakil Jepang yakni Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto 18-21, 19-21, di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Mereka memang kalah dalam turnamen ini, tetapi Apriyani mengaku tetap puas dengan penampilan mereka.

Pasalnya, mereka menunjukkan perlawanan menghadapi pasangan yang menempati peringkat lima dunia tersebut.

“Pertama-tama saya dan Lanny mengucap syukur karena hari ini bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Di lapangan kami sudah berupaya memberikan yang terbaik,” ujar Apriyani Rahayu kepada awak media di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemain yang telah meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tersebut mengatakan lawan Fukushima/Matsumoto ini tentu saja bukan hal yang mudah.

Apalagi mereka baru pertama kali bertemu, tetapi Apriyani cukup puas.

Pasalnya, ia merasakan adanya perkembangan dari permainan mereka, sehingga cukup puas dengan permainan mereka.

“Ini juga pertama kalinya kami bertemu Mayu dan Yuki. Walaupun hasilnya kalah, kami cukup puas dengan permainan yang ditunjukkan,” kata Apriyani

“Sebelumnya kami sering merasa kurang yakin saat memukul bola, masih ada keraguan dalam permainan dan ketika ingin melakukan perubahan strategi, kami sering terlambat melakukannya,” ucapnya.

“Hari ini yang paling saya rasakan adalah saat ingin mengubah pola permainan, kami berani mengambil keputusan. Itu yang menjadi hal positif dari pertandingan kali ini.”

Sementara itu, Lanny Tria menilai bahwa mereka masih perlu peningkatan fokus lagi.

Apalagi saat mereka memasuki poin-poin krusial meeka menilai perlu fokus agar tidak kecolongan.

Pasalnya, dalam laga ini mereka sempat mampu mengejar ketertinggalan dalam dua gim.

Akan tetapi, saat memasuki poin-poin krusial mereka justru kehilangan konsentrasi, sehingga gagal mengamankan gim.

“Kalau dari saya, yang harus ditingkatkan adalah fokus di poin-poin kritis,” kata Lanny.

“Pada gim pertama dan kedua kami sempat mengejar ketertinggalan dan berusaha menyamakan kedudukan, tetapi saat memasuki poin-poin akhir kami kurang fokus. Itu yang harus diperbaiki ke depannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Apriyani pun mengakui bahwa mereka harus bisa lebih bagus lagi saat memasuki poin akhir.

Ia merasa ini masih perlu diperbaiki agar langkah berikutnya bisa lebih bagus lagi ke depannya.

“Kami juga harus lebih cerdik di poin-poin terakhir. Rasanya di momen-momen krusial kami belum cukup pintar dalam membaca permainan lawan,” ungkap Apriyani.

“Ke depan kami ingin lebih siap dalam mengambil keputusan dan mengantisipasi langkah berikutnya dari lawan.”

Dalam kesempatan ini, Apriyani mengatakan bahwa ia dan dirinya sebenarnya tidak membebani diri dengan target tertentu di Indonesia Open 2026.

Menurutnya, dalam turnamen ini mereka memang yang terpenting tampil secara maksimal dan dengan sepenuh hati.

Untuk itu, mereka tak membebani target di turnamen ini, sehingga Apri dan Lanny memilih untuk menikmati proses yang ada.

“Sebelum Indonesia Open, kami sempat berdiskusi. Saya bahkan sempat bertanya kepada Lanny di Malaysia apakah kami jadi bermain di Indonesia Open atau tidak,” tutur Apriyani

“Kemudian kami sepakat untuk menjalani turnamen ini dengan perasaan senang dan menikmati setiap pertandingan. Kami ingin bermain sepenuh hati, bermain dengan tulus, dan membawa energi positif di lapangan.”

“Karena itu, kami tidak terlalu memikirkan hasil terlebih dahulu. Fokus kami adalah menikmati proses dan memberikan permainan terbaik yang kami miliki,” pungkasnya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar