News Breaking
MEDKOM LIVE
wb_sunny

Breaking News

Tiket Bali Palsu: Mimpi Buruk Pasangan Pengantin Baru, WO Ayu Puspita Terlibat

Tiket Bali Palsu: Mimpi Buruk Pasangan Pengantin Baru, WO Ayu Puspita Terlibat

Tragedi Pernikahan: Ratusan Pasangan Terjebak Penipuan Wedding Organizer, Jutaan Rupiah Lenyap

Pernikahan, momen sakral yang seharusnya menjadi awal dari babak baru kehidupan yang penuh kebahagiaan, kini berubah menjadi mimpi buruk bagi ratusan pasangan calon pengantin. Kasus penipuan yang melibatkan Wedding Organizer (WO) ternama, Ayu Puspita, telah menggemparkan publik, meninggalkan jejak kekecewaan, kerugian finansial yang besar, dan acara pernikahan yang berantakan. Para korban, satu per satu, memberanikan diri untuk bersuara, mengungkap kisah pahit di balik janji-janji manis yang ternyata hanya ilusi.

Jerat Bonus Menggiurkan: Awal Mula Malapetaka

Salah satu kisah pilu datang dari Satrio Yuda. Ia mengaku tertarik menggunakan jasa WO Ayu Puspita lantaran paket pernikahan yang ditawarkan terasa sangat menggiurkan. Tawaran bonus 14 unit gubukan makanan menjadi daya tarik utamanya. Dibandingkan dengan WO lain, harga yang ditawarkan jauh lebih rendah, membuatnya yakin telah menemukan pilihan terbaik untuk hari bahagianya.

Setiap kali melakukan pembayaran, Satrio selalu dijanjikan bonus-bonus tambahan. "Kita diiming-imingi bonus yang lumayan banyak," ungkap Satrio di Polres Metro Jakarta Utara. Sistem pembayaran yang terbagi dalam tiga termin, dengan DP 50 persen di awal, kerap diselingi bujukan dari pihak marketing melalui pesan WhatsApp.

Bonus yang terus menerus dijanjikan membuat keputusan terasa semakin mudah. Semuanya tampak sempurna, seolah rezeki datang berlimpah. "Kalau mau bayar lagi nanti kita dapat bonus-bonus, jadi banyak yang tergiur," lanjutnya. Satrio sendiri dijanjikan bonus 14 gubukan makanan. Jika dihitung dengan harga paket Rp170 juta, tawaran tersebut memang terasa sangat murah.

Dari total harga paket Rp170 juta, Satrio dan pasangannya telah menyetorkan dana sebesar Rp147 juta. Jumlah yang sangat besar ini dibayarkan dengan keyakinan penuh, yang kini berganti menjadi rasa sesak di dada dan kekecewaan mendalam.

Resepsi Berantakan dan Bulan Madu yang Pupus

Kisah serupa dialami oleh Samuel. Resepsi pernikahannya yang rencananya digelar megah di Gedung Pelindo berubah menjadi ajang kekacauan. Para tamu undangan terpaksa pulang lebih awal karena tidak ada hidangan makanan yang disajikan.

"Saya sudah lunas, sekitar Rp82 juta plus-plus," ujarnya dengan suara lirih.

Tak hanya acara resepsi yang berantakan, impian bulan madu Samuel dan istrinya ke Bali pun pupus. Villa telah dipesan, rencana indah telah dirajut, namun semuanya hancur berkeping-keping. Tiket pesawat yang dijanjikan oleh WO tak pernah kunjung diberikan. "Karena berpikir dia sudah membelikan tiket pesawat," ucapnya getir.

Apa yang seharusnya menjadi fase paling manis setelah ijab kabul, justru berubah menjadi rangkaian kekecewaan, amarah, dan akhirnya berujung pada laporan polisi.

Lima Tersangka Diamankan, Termasuk Pemilik WO

Menanggapi laporan dari para korban, pihak kepolisian bergerak cepat. Lima orang telah diamankan, termasuk pemilik WO Ayu Puspita, yang berinisial APD. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi penangkapan tersebut. "Sampai saat ini sudah diamankan 1 orang terduga pelaku dengan inisial APD (direktur WO Ayu Puspita) beserta 4 pelaku lainnya," jelasnya.

Penyidikan kasus ini dilakukan secara maraton oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara. Tidak menutup kemungkinan status para pihak yang diamankan akan ditingkatkan menjadi tersangka, disertai dengan upaya penahanan.

Selain itu, tercatat ada laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya pada Minggu (7/12/2025), yang mengadukan adanya ketidaksesuaian perjanjian awal antara pihak WO dan para klien. Proses penanganan kasus masih terus berlanjut sambil menunggu penentuan locus delicti (lokasi kejadian) agar penanganannya tepat sasaran.

87 Korban Terdata, Kerugian Masih Dihitung

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari para korban. "Kita sudah menerima laporan dari para korban WO itu, dari semalam ada lima orang dari pihak WO itu sekarang lagi kita periksa," ujarnya.

Seluruh pihak yang diperiksa telah diamankan, termasuk Ayu Puspita beserta para stafnya. Hingga saat ini, jumlah korban yang berhasil terdata mencapai 87 orang, tersebar di berbagai wilayah.

Penyidik masih terus berupaya menghitung jumlah pasti kerugian yang dialami oleh seluruh korban. Perkiraan sementara, total kerugian mencapai ratusan juta rupiah, bahkan bisa lebih. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih penyedia jasa, terutama untuk momen-momen penting dalam hidup.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar