Wiharni, Pelayan Keraton yang Ikhlas Dibayar Rp150 Ribu Per Bulan Meski Sudah Mengabdi 30 Tahun
Ringkasan Berita:
- Wiharni (69), seorang pelayan di Keraton Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo, telah bekerja selama 30 tahun.
- Wiharni hanya mendapatkan penghasilan sebesar Rp150.000 setiap bulan.
- Wiharni mengakui dengan tulus berkhidmat di Keraton Kasunanan Surakarta.
- Wiharni (69), seorang pelayan di Keraton Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo, telah bekerja selama 30 tahun.
Namun, pengabdian selama puluhan tahun tidak sebanding dengan penghasilan yang ia terima.
Wiharni hanya mendapatkan penghasilan sebesar Rp150 ribu setiap bulan.
Meskipun demikian, ia mengatakan ikhlas bekerja di Keraton Kasunanan Surakarta.
Seseorang yang bekerja di istana bukan hanya sekadar pelayan, tetapi juga merupakan simbol pengabdian, kesetiaan, serta pemelihara nilai-nilai tinggi yang telah diturunkan dari generasi ke generasi.
"Mbah lahir dan batin berkhidmat, bukan hanya tubuhnya, tetapi jiwanya. Saya tinggal di Ndalem Ageng, tempat yang menyimpan pusaka. (Gaji) saya sebesar Rp150 ribu per bulan," katanya di Sasana Hadi, Selasa (17/3/2026), dilaporkan oleh Tribun Solo.
Kenangan Pertama Kali Menjadi Pelayan Negeri
Wiharni mengenang saat pertama kali ia menjadi abdi dalem, yaitu ketika peresmian Sasana Hondrowino.
Pada masa itu, Sasana Hondrowino diresmikan oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi, Joop Ave.
Saya sudah menjadi abdi dalem sejak lama. Jadi, para tuan-tuan itu kecil-kecil saya tahu. Saya memiliki suami, sudah menikah, anak-anak sudah besar, dan saya kembali bekerja sebagai abdi dalem.
"Karena orang tua saya semua adalah abdi dalem, maka saya melanjutkannya. Saya masuk menjadi abdi dalem Hondrowino sejak dibangun. Pada masa pelestarian, Pak Menteri Joop Ave meresmikan, saya secara resmi menjadi abdi dalem, PB XII," jelas Wiharni.
Menerima gelar Ibu Nyai Lurah
Dari Keraton Solo, Wiharni memperoleh gelar Ibu Nyai Lurah Harso Pusoko.
Selama beberapa dekade menjadi abdi dalem di Keraton Solo, Wiharni ditugaskan untuk menjaga Ndalem Ageng yang merupakan tempat penyimpanan pusaka keraton.
Wiharni berharap Keraton Solo mampu mengembalikan kejayaannya sebagai simbol budaya yang mulia dan peradaban Jawa.
Selain itu, ia berharap keraton dapat bersatu dan menciptakan ketenangan.
Senangnya semuanya dalam keadaan baik. Mbah menginginkan semua orang baik, damai dan tenang. Semua bisa memimpin keraton dengan baik.
"Segala sesuatu bisa menjadi baik. Semua menyukainya. Agar ke depan lebih baik. Agar popularitas keraton kembali bersinar," katanya.
Penjelasan Keraton
Sementara itu, juru bicara PB XIV Purbaya, KPA Singonagoro menyampaikan bahwa gaji abdi dalem dan sentono dalem memang berbeda-beda.
Besarnya gaji tergantung pada pangkat dan jabatan, dengan besaran berkisar ratusan ribu hingga sekitar Rp2 juta.
Ukuranannya berbeda-beda tergantung pada jenis pekerjaan dan deskripsinya, sama seperti yang telah ditentukan oleh pihak yang bertanggung jawab. Besarannya tidak sama.
"Tarif tertinggi sebesar Rp2 juta untuk gusti pangeran, tetapi bisa berbeda-beda. Ada aturannya. Yang menentukan besarnya nilai adalah pihak yang bertanggung jawab di bidang keuangan," jelasnya.
PB XIV Purbaya Beri Sembako
PB XIV Purbaya mendistribusikan sekitar 1.000 paket sembako dan uang kepada para abdi dalem keraton, termasuk Wiharni, pada hari Selasa.
Ketua Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKRP Timoer Rumbai Kusuma Dewayani menyatakan, dana yang digunakan dalam kegiatan ini berasal dari anggaran PB XIV Purbaya.
Pembagian dilakukan sesuai dengan kemampuan keraton. Yaitu berupa paket sembako dan uang sebesar Rp14.000.
Hari ini alhamdulillah, saya mewakili Sinuhun Pakubuwono XIV, mendistribusikan zakat fitrah berupa bahan pokok dan uang sebesar Rp14 ribu.
Ini merupakan awal dari kepemimpinan beliau. Ini juga pertama kalinya zakat dan sembako dibagikan. Terdapat lebih dari 1.000 sembako yang diberikan kepada abdi dalem yang bekerja maupun yang tidak bekerja di keraton.
"Kebetulan beliau adalah Sinuhun ke-14, kemampuan kami juga sebesar Rp14 ribu melihat kondisi keraton seperti ini," ujarnya, dilansir dari Tribun Solo.
Untuk kebutuhan sembako, pengadaannya didukung oleh beberapa pihak, antara lain Hutomo Mandala Putra yang dikenal sebagai Tommy Soeharto dan aktor Ahmad Jalaluddin Rumi atau El Rumi.
Barang kebutuhan pokok ini digunakan untuk acara-acara keraton yang diadakan bersama-sama. Termasuk juga bantuan barang kebutuhan pokok dari Mas Tommy Soeharto.
"Ia juga merupakan bagian dari keluarga Keraton Solo. Selain Mas Tommy, terdapat pula El Rumi. El berupa bahan pokok berwarna biru," ujar Juru Bicara PB XIV Purbaya, KPA Singonagoro.
Dualisme Kepemimpinan
Diketahui, Keraton Kasunanan Surakarta sedang mengalami perselisihan terkait kepemimpinan yang ganda.
Dua kelompok diketahui saling mengklaim sebagai penerus takhta Keraton Kasunanan Surakarta setelah kematian Pakubuwono (PB) XIII yang meninggal pada hari Minggu, 2 November 2025.
Anak bungsu almarhum Pakubuwono XIII, KGPAA Hamengkunegoro, mengumumkan dirinya sebagai Pakubuwono XIV Purbaya menjelang keberangkatan jenazah ayahnya, Rabu, 5 November 2025.
Sementara itu, Lembaga Dewan Adat (LDA) mengangkat putra tertua almarhum PB XIII, KGPH Hangabehi, sebagai Pakubuwono XIV penerus takhta Keraton Solo, di Sasana Handrawina, Kamis, 13 November 2025.
KGPAA Hamengkunegoro selanjutnya diangkat sebagai Pakubuwono XIV dalam perayaan Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV, Sabtu, 15 November 2025.
Informasi terlengkap dan menarik lainnya di Googlenews
Posting Komentar