Giorgio Antonio Sering Datang ke Rumah Sarwendah, Praktisi Hukum: Ruben Harus Bertindak
Ringkasan Berita:
- Giorgio Antonio sering melakukan aktivitas di rumah Sarwendah, seorang praktisi hukum meragukan.
- Ruben Onsu berkesempatan untuk mengajukan keberatan jika rumah tersebut dimanfaatkan untuk tujuan bisnis tanpa izinnya.
- Ruben Onsu juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan terkait nafkah anak.
- Nama Ruben Onsu kembali menjadi sorotan masyarakat setelah mengeluarkan sindiran yang disinyalir ditujukan kepada Giorgio Antonio, kekasih mantan istrinya, Sarwendah.
Kritikan itu merupakan yang kedua kalinya diungkapkan oleh Ruben dan segera memicu berbagai respons di media sosial.
Perbincangan semakin sengit karena Giorgio akhir-akhir ini sering mengunggah konten di rumah yang saat ini ditempati oleh Sarwendah beserta tiga anak mereka.
Kegiatan tersebut diduga terkait dengan kerja sama promosi atau kepentingan bisnis.
Keadaan ini selanjutnya menimbulkan pertanyaan tentang batasan penggunaan aset yang masih terkait dengan Ruben.
Merupakan tanggapan terhadap hal tersebut, praktisi hukum Agus Nahak turut menyampaikan pendiriannya.
Agus menganggap Ruben memiliki kesempatan untuk menyampaikan keberatan jika rumah tersebut dimanfaatkan untuk tujuan bisnis tanpa persetujuannya.
Menurutnya, tindakan hukum dalam situasi semacam itu sangat mungkin dilakukan.
Ia juga menyoroti kehadiran anak-anak Ruben yang masih tinggal di rumah tersebut sebagai faktor penting yang perlu diperhatikan.
Agus menekankan bahwa kenyamanan, keamanan, serta kepentingan anak-anak harus menjadi fokus utama dalam isu ini.
Meragukan Kegiatan yang Dilakukan di Rumah
Ia juga meragukan kegiatan yang dilakukan di rumah tersebut jika memang memiliki tujuan bisnis dan berpotensi memengaruhi anak-anak.
"Apakah aktivitas mereka bersifat bisnis? Apakah tidak mengganggu anak-anak? Terutama anak-anak bisa menonton dan bahkan memberikan komentar di sana? Itu tidak diperbolehkan," ujarnya.
Selanjutnya, Agus menganggap bahwa Ruben seharusnya mengambil tindakan keras jika merasa haknya terganggu.
"Inilah yang harus diambil oleh Ruben," katanya.
Bahkan, Agus secara langsung menyarankan Ruben untuk segera mengambil tindakan hukum yang dianggap penting.
"Pak Ruben, saya menyarankan Anda segera mengambil keputusan," kata Agus.
Tidak hanya membahas masalah penggunaan rumah, pendiri dan pemilik kantor hukum Nahae & Partners Law Office ini juga menyentuh mengenai hak asuh anak.
Menurutnya, Ruben sebaiknya mempertimbangkan tindakan hukum jika menganggap kondisi yang terjadi tidak lagi menguntungkan anak-anak.
"Perjuangkan agar hak asuh anak-anakmu kepada Sarwendah dicabut oleh pengadilan dan kembali kepadamu," kata Agus.
Fokus pada Nafkah Anak Rp200 Juta Setiap Bulan, Ahli Hukum Menyarankan Ruben Onsu Melakukan Audit
Selain itu, Agus Nahak juga menyarankan Ruben untuk melakukan pemeriksaan terkait kasus nafkah anak.
Setelah berpisah pada tahun 2024, Ruben diwajibkan memberikan biaya hidup anak sebesar Rp200 juta hingga Rp225 juta setiap bulan.
Namun dalam enam bulan terakhir, Ruben memilih menghentikan pemberian nafkah tersebut.
Ini dilakukan oleh Ruben sebagai wujud protesnya karena kesulitan dalam bertemu anak dengan Sarwendah.
Agustinus Nahak menganggap bahwa nafkah anak memang menjadi kewajiban seorang ayah.
Namun, dalam hal ini juga diperlukan detail mengenai tagihan kebutuhan anak.
"Menurut saya itulah tanggung jawab seorang ayah terhadap anak-anaknya. Tapi yang menjadi pertanyaannya, apakah anak-anaknya benar-benar mampu menghasilkan 200 juta dalam sebulan?" kata Agustinus.
Agustinus mengusulkan kepada Ruben untuk melakukan pemeriksaan agar tercipta kejelasan terkait pengeluaran untuk kebutuhan anak.
Audit ini juga berguna untuk menunjukkan apakah dana tersebut benar-benar sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan anak-anak atau tidak.
"Agar ada transparansi kepada Ruben, bentuklah tim investigasi untuk melakukan audit dari bank atau audit yang dapat dipercaya dilakukan bersama-sama, apakah uang tersebut sampai ke anak?" kata Agustinus.
Agustinus merasa cemas apabila uang yang diberikan oleh Ruben kepada Sarwendah tidak sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan anak.
Karena tagihan yang dikenakan kepada Ruben cukup besar, Agustinus meminta presenter tersebut untuk melakukan pemeriksaan agar lebih transparan.
Jangan sampai uang itu jatuh ke tangan orang yang tidak berhak menerimanya.
"Maka saran saya kepada Pak Ruben Onsu, mengingat telah menghabiskan dana yang besar untuk biaya pendidikan anak, sebaiknya kamu bentuk tim audit," tutup Agustinus.
(TribunTrends/Tribunnews.com, Rinanda/Ifan)
Jangan lewatkan berita-berita yang tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook.
Posting Komentar