Kepala Tim Honda Asia Buka Suara Soal Kecelakaan Veda Ega Pratama di Moto3 Belanda 2026
—Veda Ega Pratama harus menanggung biaya tinggi akibat kecelakaan yang ia alami pada hari pertama Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Jumat (27/6/2026).
Kejadian tersebut menyebabkan pembalap Honda Team Asia tidak mampu masuk 14 besar sesi latihan, sehingga harus memulai perjuangannya dari Kualifikasi 1 (Q1) untuk menjaga kesempatan meraih posisi start terbaik.
Kecelakaan Besar Mengubah Jalannya Hari Pertama
Harapan Veda Ega Pratama untuk segera mengunci tiket ke Q2 sirna setelah hanya mampu menempati posisi ke-23 dalam sesi latihan.
Hasil tersebut menyebabkan pembalap Indonesia berusia 17 tahun itu tidak memenuhi syarat untuk masuk 14 besar yang secara otomatis memperoleh hak tampil di sesi penentuan posisi terdepan.
Masalah dimulai ketika Veda mengalami kecelakaan di awal sesi latihan. Kejadian tersebut terjadi di area cepat Sirkuit Assen dan menyebabkan motornya mengalami kerusakan yang cukup berat.
Berbeda dengan pembalap MotoGP yang memiliki motor cadangan di garasi, para pembalap Moto3 hanya diberikan satu unit kendaraan untuk mengikuti keseluruhan rangkaian lomba akhir pekan.
Akibatnya, setiap kecelakaan menyebabkan dampak yang signifikan karena tim memerlukan waktu yang lama untuk memperbaiki motornya sebelum pembalap dapat kembali berlari di sirkuit.
Hiroshi Aoyama Mengungkap Dampak Besar Kecelakaan Veda
Kepala tim Honda Asia, Hiroshi Aoyama, mengakui bahwa kecelakaan tersebut menjadi faktor utama kegagalan Veda dalam bersaing selama sesi latihan.
Menurutnya, waktu yang terbuang selama proses perbaikan motor menyebabkan pembalap Indonesia kesulitan mencapai catatan waktu tercepat.
"Veda mengalami kecelakaan parah di bagian cepat lintasan pada awal sesi latihan," kata Hiroshi Aoyama melalui pernyataan resmi Honda Team Asia.
Aoyama menjelaskan bahwa proses perbaikan memang berhasil mengembalikan Veda ke lintasan. Namun, kondisi motor tidak lagi berfungsi secara sempurna seperti sebelum mengalami kecelakaan.
Itu menyebabkan dia kehilangan hampir semua sesi.
Kami memperbaiki mesinnya dan dia dapat kembali ke lintasan, tetapi mesinnya tidak berjalan persis seperti dulu.
Maka, ia tidak mampu meningkatkan catatannya.
Keadaan tersebut terlihat jelas dari catatan waktu yang dicatatkan Veda. Pada FP1 dia masih mampu mencatatkan waktu 1 menit 41,970 detik, sedangkan pada sesi latihan justru mengalami penurunan menjadi 1 menit 42,768 detik.
Pemasangan Mesin Ternyata Telah Menunjukkan Hasil yang Menggembirakan
Hasil yang diperoleh terasa semakin mengecewakan karena sebelum kecelakaan, Veda dan tim sebenarnya sudah menemukan arah pengembangan motor yang menjanjikan.
Data dari FP1 memberikan informasi krusial terkait pengaturan untuk simulasi lomba.
Dengan adanya konsistensi yang mulai terbentuk, langkah berikutnya adalah meningkatkan kecepatan dalam satu lap untuk memperoleh posisi start yang lebih baik. Namun rencana tersebut terhambat karena kejadian tak terduga pada awal sesi latihan.
Kini tantangan yang dihadapi Veda semakin berat. Ia harus menyelesaikan empat besar di Q1 agar bisa melaju ke Q2 dan tetap memiliki kesempatan memperebutkan enam posisi terdepan dalam balapan Moto3 Belanda 2026.
Veda Ega Tetap Percaya Diri Bangkit dalam Kualifikasi
Meski kecewa terhadap hasil di hari pertama, Veda memastikan kondisinya dalam keadaan baik setelah mengalami kecelakaan. Ia menegaskan bahwa fokusnya sekarang berada pada evaluasi bersama tim sebelum menghadapi sesi kualifikasi.
"Tidak mulai yang baik untuk akhir pekan," keluh Veda Ega Pratama.
Pembalap yang memiliki julukan *The Rocket Boy* tersebut menjelaskan bahwa sesi FP1 berjalan sesuai dengan rencana karena tim berhasil mengumpulkan data penting untuk pengembangan motor.
Pagi ini (FP1) kami mencoba berbagai hal dengan motornya dan mengumpulkan data yang baik, jadi kami melakukan beberapa perubahan untuk sesi sore.
Sayangnya, kecelakaan yang terjadi di awal sesi latihan mengubah seluruh rencana. Waktu yang hilang selama perbaikan motor menyebabkan dia tidak memiliki cukup kesempatan untuk meningkatkan catatan lap.
Sayangnya, di awal sesi latihan saya jatuh dan kehilangan banyak waktu. Alhamdulillah saya dalam kondisi baik dan bisa kembali bermain, tetapi saya tidak mampu meningkatkan putarannya.
Namun demikian, Veda masih tetap semangat. Pembalap muda Indonesia tersebut berkomitmen untuk melakukan evaluasi bersama Honda Team Asia dan menunjukkan performa terbaiknya saat mengikuti sesi Q1.
Bukan awal yang kami harapkan, namun kami akan meninjau semua hal bersama tim dan mencoba kembali besok. Saya akan berusaha maksimal selama sesi kualifikasi.
Posting Komentar