Bagaimana Teknologi F1 Buat Porsche Reimagined Singer Lebih Baik
Bersama Red Bull Advanced Technologies, perangkat lunak baru Singer bertujuan untuk membuat model Cabrio dan Targa lebih baik.
Formula 1 dan mobil klasik bukan dua hal yang otomatis beririsan. F1 identik dengan teknologi rekayasa otomotif paling mutakhir, sementara mobil klasik merayakan kesederhanaan dan pesona old-school di atas segalanya. Keduanya sama-sama menarik dengan caranya masing-masing.
Namun, salah satu nama terbesar di bisnis restomod Porsche justru menggandeng salah satu pemain raksasa di F1. Singer bekerja sama dengan Red Bull Advanced Technologies untuk lebih jauh “membayangkan ulang” restomod atap terbukanya—dan membuatnya lebih enak dikendarai.
Pertanyaan besarnya: bagaimana caranya?
Dari Jalan Raya ke Dunia Software
Seperti pada setiap proyek Singer yang “diimajinasikan ulang”, prosesnya dimulai dengan melucuti Porsche 911 generasi 964 donor hingga tinggal sasis. Singer menanggalkan panel bodi dan mengosongkan interior, menyisakan tak banyak selain monokok baja sebagai dasar pengerjaan.
Bedanya, kali ini alih-alih langsung memulai proses “reimagine” pada mobil tersebut, Singer terlebih dulu menjalankan sasis itu melalui sistem simulasi canggih dan analisis struktur milik Red Bull. Dari sana, mereka dapat membuat model digital dari data hasil pemindaian yang dipadukan dengan pengukuran di dunia nyata.
Kedua perusahaan kemudian menggunakan perangkat lunak bernama Finite Element Analysis (FEA) untuk menghitung total kekakuan torsi mobil, baik untuk model Cabrio maupun Targa, guna mengetahui secara presisi titik-titik yang menerima beban dan regangan terbesar. Dengan pemahaman baru itu, Singer dapat meningkatkan kekakuan struktur sesuai kebutuhan.
Perusahaan menambahkan total 13 struktur penguat berbahan serat karbon pada titik-titik stres utama untuk memperkuat sasis. Komponen-komponen ini dirancang agar terintegrasi rapi dengan monokok baja asli, meningkatkan rigiditas tanpa mengorbankan arsitektur dasar 964.
Peningkatan yang Terasa
Menurut Singer, model Cabriolet dan Targa yang sudah diperkuat mengalami peningkatan kekakuan torsi hingga 175% dibanding mobil donor aslinya. Peningkatan itu membuat kekakuan model atap terbuka lebih mendekati coupe buatan Singer.
Dan manfaatnya bukan cuma soal angka. Rigiditas yang lebih tinggi meningkatkan handling secara keseluruhan, memperbaiki stabilitas saat pengereman, dan pada dasarnya menambah rasa percaya diri pengemudi—terutama bagi pembeli yang menginginkan pengalaman berkendara yang lebih dekat dengan mobil modern.
Menurut Singer, model Cabriolet dan Targa yang sudah diperkuat mengalami peningkatan kekakuan torsi hingga 175% dibanding mobil donor aslinya.
“Klien kami adalah sebagian dari pengemudi paling perfeksionis di dunia,” kata Mazen Fawaz, Chief Strategy Officer di Singer. “Untuk mencapai standar yang mereka harapkan, kami hanya bekerja dengan yang terbaik, dan pencarian kami atas keahlian di bidang ini membawa kami ke Red Bull Advanced Technologies.”
“Penguasaan Red Bull atas material canggih, simulasi, dan analisis struktur benar-benar mencerminkan pendekatan ini. Hasilnya menegaskan sejauh apa kami melangkah dalam mengejar kualitas terbaik tanpa kompromi.”
Singer mengatakan teknologi penguatan struktur baru ini akan diterapkan di seluruh lini model atap terbukanya, dimulai dari Porsche 911 Cabriolet yang “diimajinasikan ulang” dalam gaya 930 Turbo pertengahan era 1970-an. Model tersebut mengusung mesin flat-six 3,8 liter twin-turbo yang dikembangkan bersama Cosworth, dan kini kelincahannya juga ikut meningkat.
Pandangan Motor1: Keputusan Singer menggandeng Red Bull untuk membantu pengembangan mobil-mobilnya adalah kabar baik bagi calon pemilik Singer berikutnya. Kini, model convertible dan Targa akan sama menyenangkannya untuk dikendarai seperti varian coupe.
- Porsche Cayenne Listrik 2026: Porsche Terkuat yang Pernah Ada
- Drag Race Porsche 918 Spyder Melawan Cayenne Listrik
Posting Komentar