Taufik, Pria yang Pernah Nikah dan Siksa Mantan Istri di Bandung
Isu dugaan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat terus mengungkapkan informasi-informasi terbaru yang mengejutkan masyarakat.
Ternyata Taufik Hidayat pernah menikah sebelum menjalin hubungan dengan Yuvita Tri Rezeki (29).
Berdasarkan informasi yang beredar, mantan istrinya juga diduga pernah mengalami perlakuan kekerasan yang sama.
Temuan tersebut menambah keyakinan bahwa terdapat pola kekerasan yang dilakukan oleh pelaku terhadap orang-orang di sekitarnya.
Peristiwa ini mendapat perhatian yang luas mengingat kondisi Yuvita yang mengalami cedera sangat berat dan dianggap bersifat permanen.
Akibat tindakan keji tersebut, wajah korban mengalami kerusakan parah yang memerlukan perawatan medis yang intensif.
Selain mengalami infeksi parah pada bagian kepala, kedua mata Yuvita dilaporkan telah kehilangan kemampuan untuk melihat.
Hidung korban mengalami perubahan bentuk, bibirnya mengalami luka parah, dan beberapa giginya dikabarkan copot akibat kekerasan yang dialaminya.
Selain itu, tubuh korban juga ditemukan dengan luka-luka yang diduga berasal dari rokok dan potongan benda tajam.
Luka berat juga terdapat di area lutut korban yang diketahui mengalami cedera parah akibat luka bacokan senjata tajam.
Kondisi yang memilukan yang dirasakan Yuvita menimbulkan rasa prihatin dari masyarakat dan berbagai pihak.
Di tengah proses pengejaran yang masih berlangsung, identitas tersangka juga menjadi perhatian masyarakat.
Berdasarkan dokumen identitas yang berlaku, laki-laki tersebut dikenal memiliki nama lengkap Taufik Hidayat.
Kini polisi terus mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti tambahan untuk mengungkap seluruh rangkaian dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan pria tersebut.
Berikut profilnya :
Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 14 Juni 1996
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Kmp. Tegalame
RT/RW : 005/007
Kel/Desa : Ciaro
Kecamatan : Nagreg
Agama : Islam
Status Perkawinan : Kawin
Pekerjaan : Tenaga Kerja Harian
Kewarganegaraan : WNI
Pengakuan mantan istri
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan telah menemukan mantan istri Taufik.
"Kami bertemu dengan mantan istrinya yang sudah lama berpisah," katanya.
Eks istri Taufik saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
"Sedang kita konfirmasi," katanya.
Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan bahwa perempuan tersebut mengakui menjadi korban tindakan keji Taufik.
Ia juga diperlakukan sama, tetapi tidak separah yang ini (Yuvi), katanya.
Saudara ipar korban, Melanie telah berhasil menemukan alamat Taufik.
Di tempat itu, ia hanya bertemu dengan ayah Taufik.
"Desa Ciaro, Kecamatan Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat," ujarnya.
Keluarga Yuvi sebelumnya telah mengunjungi alamat tersebut.
Namun mereka hanya bertemu dengan ayah Taufik.
"Ada, hanya ayahnya saja," kata Melanie kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Ayahnya menyatakan bahwa selama hidupnya di dunia ini, Taufik Hidayat sering kali menimbulkan masalah.
"Katanya memang mengalami masalah di sana juga," katanya.
Ternyata Taufik sudah tidak asing dengan tindakan kekerasan.
"Jika tidak mabuk, mencuri, jika tidak mencuri maka penganiayaan memang," katanya.
Berdasarkan pengakuan sang ayah, Taufik sudah lama tidak kembali ke rumah.
"Terus waktu dicari ke sana juga tidak kembali, sudah lama," katanya.
"Katanya tidak pernah (kembali), 'sudah lama tidak pulang', kata ayahnya. 'Saya juga tidak tahu di mana anak saya,' " tambah Melanie menirukan perkataan ayah Taufik.
Mengakui Menyesal dan Mengatakan Dampak Alkohol
Setelah ditangkap, polisi juga mulai melakukan pemeriksaan awal terhadap tersangka.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat menyampaikan bahwa Taufik mengakui tindakannya terhadap korban dan menunjukkan rasa penyesalan. Pada pemeriksaan awal, ia menjelaskan perbuatannya terkait dengan kebiasaan minum minuman beralkohol.
Ia sempat mengatakan bahwa ia menyesal karena tindakan tersebut dilakukan di bawah pengaruh alkohol. Setiap hari ia mengonsumsi minuman beralkohol dan sering bertengkar dengan pasangannya hingga terjadi kekerasan, kata Kapolda Jawa Barat.
Polisi juga menguji narkoba terhadap tersangka dan hasilnya negatif. Namun, pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan kesehatan jiwa, tetap akan dilakukan guna menyelidiki seluruh kasus tersebut.
Artikel telah tayang di TribunnewsBogor
(*/ )
Baca berita lain dari TRIBUN MEDAN di Google News
Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA
Berita populer lainnya di Tribun Medan
Posting Komentar