Bukan Ritual, Jordi Onsu Akhirnya Bocorkan Tujuan Sebenarnya Sarwendah ke Gunung Kawi
Ringkasan Berita:
- Jordi Onsu mengakui ia mendampingi Sarwendah saat berada di Gunung Kawi dalam rangka kegiatan syuting podcast.
- Sarwendah menyatakan bahwa ia awalnya enggan pergi ke lokasi tersebut.
- Di tengah isu terkait Gunung Kawi, muncul pula petisi online yang meminta dukungan untuk memboikot Sarwendah.
Isu yang menyebutkan Sarwendah terkait dengan kegiatan pesugihan di Gunung Kawi kembali menjadi topik pembicaraan masyarakat.
Setelah berbagai isu muncul dalam beberapa waktu terakhir, kini Jordi Onsu akhirnya memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.
Adik Ruben Onsu menyampaikan bahwa ia turut serta menemani Sarwendah saat berada di kawasan Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur.
Menurut Jordi, kedatangan mereka tidak sama sekali terkait dengan ritual, tetapi berkaitan dengan proses pembuatan sebuah program.
Isu tersebut sebelumnya muncul setelah beredarnya video wawancara Marcel Radhival atau Pesulap Merah dengan seseorang yang mengklaim sebagai juru kunci Gunung Kawi.
Sementara itu, video lama yang menampilkan Sarwendah berada di lokasi tersebut kembali menyebar dan memicu berbagai tuduhan.
Menanggapi berita yang semakin menyebar, Sarwendah akhirnya memberikan penjelasan saat melakukan siaran langsung yang kemudian diunggah kembali oleh akun Instagram @hiburanlayarsentuh pada Sabtu (4/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Sarwendah langsung menghubungi Jordi Onsu guna menjelaskan kejadian yang sebenarnya saat mereka tiba di Gunung Kawi.
"Oh Tuhan, aku yang pergi ke dukun, apakah salah? Tidak mungkin," kata Sarwendah.
Ia selanjutnya meminta Jordi menjelaskan maksud perjalanan mereka pada saat itu.
"Bagaimana Uncle? Kita syuting apa waktu itu? Jelaskan saja," katanya kepada Jordi Onsu.
Jordi juga memastikan perjalanan tersebut terkait dengan produksi acara Kakak Beradik Podcast (KBP).
"Waktu KBP dulu, Gunung Kawi. Kita pergi bersama, guys," kata Jordi menambahkan.
Sarwendah juga menyampaikan bahwa awalnya dia sebenarnya tidak berniat hadir di lokasi tersebut. Namun akhirnya ia tetap pergi karena mendapatkan tugas sebagai tamu undangan.
"Aku diminta untuk tidak pergi? Aku sebenarnya ingin pergi atau tidak?" tanyanya kepada Jordi Onsu.
Jordi mengonfirmasi pernyataan tersebut dan menjelaskan bahwa dirinya turut serta sebagai host dalam acara tersebut.
"Tidak mau. Kemudian Bunda menjadi bintang tamu itu host-nya justru aku, bersama yang lain di sana," katanya menambahkan.
Sebelum penjelasan terbaru ini, penyangkalan sebelumnya juga disampaikan oleh kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Sewu. Ia menganggap tuduhan tersebut sebagai upaya framing yang merugikan kliennya dan membuka peluang untuk membawa masalah ini ke jalur hukum.
"Kami diminta untuk menyampaikan juga bahwa ini sekali lagi tentang framing. Saya tidak tahu apa motivasinya. Kami akan mempelajari video-video yang beredar," ujar Chris Sam Sewu di YouTube Intens Investigasi pada 19 Mei 2026.
"Jika memang video ini disebarluaskan atau sengaja diatur untuk merusak nama baik pihak lain, kami pasti akan mengambil tindakan hukum seperti yang sebelumnya," katanya.
Petisi Pemboikotan Muncul Di Tengah Perdebatan
Pada saat penjelasan mengenai isu Gunung Kawi masih menjadi perhatian, Sarwendah juga sedang menghadapi masalah lain yang terkait dengan perselisihan pribadinya dengan Ruben Onsu.
Perselisihan terkait hak untuk bertemu anak kemudian berkembang menjadi berbagai isu lain, mulai dari nafkah anak, metode pengasuhan, hingga masalah harta benda setelah perceraian. Terbaru, Ruben juga diketahui mengajukan permohonan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Keadaan ini membuat nama Sarwendah terus menjadi topik pembicaraan di media sosial. Setelah sebelumnya mendapat kritik karena perkataannya yang dinilai kasar, kini muncul sebuah petisi online yang meminta masyarakat untuk tidak mengikuti Sarwendah di media sosial.
Keberadaan petisi tersebut juga mendapat perhatian dari aktris Emma Waroka melalui unggahan di akun Instagram @emmawarokkaofficial pada Sabtu (4/7/2026). Ia membagikan screenshot halaman petisi dengan judul Cancel Sarwendah dari Media Sosial.
"Menghapus Sarwendah dari media sosial," tulis unggahan Emma Waroka, dikutip Minggu (5/7/2026).
Emma juga menyebutkan jumlah orang yang menandatangani petisi tersebut telah mencapai puluhan ribu.
"Tidak main-main, netizen sudah mencapai lebih dari 20 ribu orang yang menandatangani petisi pembatalan budaya ini," jelas Emma Waroka.
Menutup unggahannya, Emma menyampaikan pernyataan singkat mengenai perkembangan perselisihan yang masih berlangsung.
"Apa yang akan terjadi selanjutnya? Wallahualam," tegas bintang film Untuk Angeline itu.(TribunNewsmaker/BanjarmasinPost)
Posting Komentar