News Breaking
MEDKOM LIVE
wb_sunny

Breaking News

JPO Stasiun Bekasi Tunda Proyek, Dolar Naik Jadi Penghambat

JPO Stasiun Bekasi Tunda Proyek, Dolar Naik Jadi Penghambat

JPO Stasiun Bekasi Tunda Proyek, Dolar Naik Jadi Penghambat
Ringkasan Berita:
  • Pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Stasiun Bekasi terlambat dari target akhir Juni 2026 dan masih berlangsung hingga awal Juli.
  • Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto mengatakan kenaikan nilai dolar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemajuan proyek.
  • Struktur utama JPO sudah selesai dibangun, sementara pekerjaan yang masih tersisa mencakup lantai, tangga, dan tahap akhir.
  • Pemerintah Kota Bekasi memastikan proyek tidak terbengkalai dan masih melakukan evaluasi untuk menambahkan lift agar JPO lebih nyaman bagi pengguna disabilitas.
 

Laporan Jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

, BEKASI TIMUR – Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area Stasiun Bekasi, Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, masih belum selesai meskipun sebelumnya direncanakan rampung pada akhir Juni 2026.

Pengawasan di lokasi menunjukkan bahwa beberapa proyek konstruksi masih berlangsung. Meskipun struktur utama jembatan telah selesai dibangun, beberapa komponen seperti lantai jembatan, tangga, serta pekerjaan akhir masih dikerjakan oleh pihak kontraktor.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengakui bahwa penyelesaian proyek tersebut terlambat dari target yang awalnya ditentukan.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang memengaruhi kemajuan pekerjaan, salah satunya berkaitan dengan kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berdampak pada pengadaan bahan proyek.

Awalnya target yang diharapkan adalah selesai pada akhir Juni. Namun seiring berjalannya waktu muncul beberapa kendala, salah satunya kenaikan nilai tukar dolar yang memengaruhi proyek," ujar Idi Sutanto, Sabtu (4/7/2026).

Namun, Idi menegaskan bahwa pembangunan jembatan penyeberangan orang tersebut tetap berlangsung dan tidak mengalami henti dalam pengerjaannya.

Ia memastikan proyek masih berada di tahap pengerjaan dan direncanakan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat setelah seluruh pekerjaan selesai.

"Strukturnya sudah selesai dibangun. Tinggal pekerjaan lantai, tangga, dan pengerjaan akhir," katanya.

JPO itu dibangun sebagai bagian dari upaya memperkuat keselamatan para pejalan kaki yang ingin menyeberang di area Stasiun Bekasi, yang terkenal memiliki lalu lintas kendaraan yang sangat ramai setiap hari.

Kehadiran jembatan penyeberangan diharapkan mampu mengurangi potensi kecelakaan yang dialami pengguna jalan, khususnya penumpang kereta api yang masuk dan keluar dari stasiun.

Selain mengutamakan aspek keamanan, Pemerintah Kota Bekasi juga berupaya menyediakan fasilitas yang lebih inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat.

Idi menyampaikan bahwa pihaknya pernah mengusulkan penambahan fasilitas lift agar JPO lebih mudah diakses oleh penyandang disabilitas, lansia, atau ibu yang membawa anak.

"Kami juga pernah menyarankan pemasangan lift agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas, namun masih menunggu apakah dapat diwujudkan," katanya.

Menurutnya, usulan tersebut masih dalam proses diskusi dan penyesuaian terhadap kebutuhan teknis serta ketersediaan dana.

Sementara itu, keterlambatan penyelesaian proyek mendapat perhatian dari warga yang setiap hari melewati area Stasiun Bekasi.

Sofia (23), penduduk Bekasi Timur, menyatakan harapan agar pembangunan JPO segera rampung karena dianggap penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan kaki.

"Jika sudah selesai, akan lebih aman karena di depan stasiun terdapat banyak kendaraan. Jadi semoga segera selesai dan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Sofia.

Ia menganggap keterlambatan proyek bisa dimengerti jika disebabkan oleh kendala teknis atau faktor ekonomi, tetapi pemerintah perlu memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai jadwal terbaru.

"Yang terpenting adalah jangan sampai proyek terbengkalai. Masyarakat tentu menginginkan kejelasan kapan proyek tersebut akan selesai agar fasilitas itu dapat segera dimanfaatkan," katanya.

Sofia berharap fasilitas yang dibangun kelak benar-benar memperhatikan kebutuhan semua pengguna, termasuk bagi penyandang disabilitas dan lansia.

Menurutnya, kehadiran lift akan sangat membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan kemampuan bergerak saat melintasi area stasiun.

Dengan perkembangan pembangunan yang terus berlangsung, Pemerintah Kota Bekasi yakin bahwa JPO Stasiun Bekasi dapat segera selesai dan menjadi sarana pendukung transportasi yang lebih aman, nyaman, serta ramah bagi seluruh pengguna. (M37)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar