News Breaking
MEDKOM LIVE
wb_sunny

Breaking News

Nyaris Menang Hadiah 250 Juta, Tukang Cukur Curiga Lihat Taufik Hidayat

Nyaris Menang Hadiah 250 Juta, Tukang Cukur Curiga Lihat Taufik Hidayat

Lomba Dedi Mulyadi untuk seseorang yang berhasil memberikan informasi tentang keberadaan Taufik Hidayat beberapa waktu lalu menjadi viral. Gubernur Jawa Barat tersebut bahkan berjanji akan memberikan uang sebesar Rp 250 juta.

Seperti yang diketahui, masyarakat sempat kaget dengan tindakan pelaku kekerasan terhadap Taufik Hidayat (30), yang ternyata menyekap kekasihnya sendiri bernama YTR. Mengejutkannya lagi, tindakan penyekapan dan penganiayaan tersebut telah berlangsung selama tiga tahun.

Taufik Hidayat pernah menjadi buron sebelum akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian. Dedi Mulyadi bahkan meminta agar Taufik Hidayat dihukum dan pernah mengadakan lomba bagi masyarakat yang bisa membantu aparat dalam menemukan lokasi pelaku.

Dedi mengungkapkan akan memberikan hadiah senilai 250 juta rupiah dari uang pribadinya kepada siapa pun yang mampu memberikan informasi yang benar sehingga Taufik dapat ditangkap.

"Saya memberi kesempatan kepada warga di mana pun berada untuk ikut serta mencarinya," kata Dedi dilansir dari Kompas.com, Jumat (3/7/2026)

Dan siapa saja yang mampu menemukan Taufik Hidayat, menyerahkan kepada aparat, atau memberi tahu aparat tentang keberadaannya, saya menawarkan hadiah sebesar Rp 250 juta," tegasnya.

Namun, siapa sangka, nyatanya hampir saja seseorang berhasil memenangkan lomba Dedi Mulyadi. Ya, orang tersebut adalah Opa yang bekerja sebagai tukang pangkas dari Tasikmalaya.

Sebelumnya, Taufik Hidayat dikenal dengan panggilan Opa pernah menggunakan jasanya untuk memotong rambut. Namun sehari setelah pengumuman sayembara, Taufik telah ditangkap terlebih dahulu oleh Polda Jabar pada Selasa (23/6/2026).

Namun, Opa tetap menceritakan momen ketika Taufik Hidayat datang ke tempat pangkas rambutnya yang berada di Cimindi, Cimahi, Bandung. Pada saat itu, Taufik tiba setelah shalat Maghrib atau sekitar pukul 18.30 WIB.

Kakek juga mengatakan bahwa ia pernah mencurigai sikap Taufik.

"(Taufik) mengenakan sweater yang sama seperti yang ditangkap. Dia membawa motor, memakai (masker)," kata Opa dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (2/7/2026).

 

Bahkan ketika ada pelanggan lain yang meminta Taufik mencukur, terlihat agak takut dan mengaku sakit perut.

Cemas pak, karena ada pelanggan yang ingin dipotong rambut, antre, dia cemas. Katanya (Taufik) "aduh sakit, sakit", memegang perut. Tangannya ke rambut, menutup wajah," tambah Opa.

Kakek bahkan sempat berdebat dan menyarankan cukur pendek saja karena ada benjolan di kepala Taufik.

Ya. Dia memang mencukur di sini (bagian atas kepala). Katanya (Taufik) "cukur pendek saja". Saya bilang sudah dihabiskan. Sudah sama saya dicukur habis, katanya (Taufik) "kok ini seperti Ronaldowati?".

Ucapan saya ini harus mengejar yang ini, yang pitak agar tidak terlihat, cukup botaki saja. Kata (Taufik) "jangan, potong dulu saja," kata Opa.

Setelah itu, Opa mulai memikirkan mengenai pelanggan terakhirnya. Akhirnya Opa kaget ketika menyadari bahwa orang yang ia potong rambutnya adalah seorang buronan polisi.

Di dalam hati, saat sedang memotong, orang ini terasa seperti kenalan, lihat di mana. Saya melihat yang DPO itu, yang foto wajahnya tampan yang pertama, bukan yang asli (foto hasil editan). Saat malam saya pulang, di rest area saya melihat lagi (media sosial) "oh benar ini orang yang potong rambut sama saya," tutup Opa.

"Jadi kau tahu namanya Taufik setelah dia pergi, kau mencoba mengingat lalu melihat HP," tanya Dedi Mulyadi

Ya, dizoom, benar ini, saya lihat di alisnya ada codenya, benar ini orang," jawab Opa.

Akibatnya, jika saja dia tahu ada lomba Dedi Mulyadi lebih dulu, Opa mengaku akan melaporkan ke polisi terkait kedatangan Taufik.

"Saya tahu dari istri 'pak, ini pak Dedi sedang mencari seseorang, mengapa bapak kemarin menangkap si Taufik tidak ditangkap? kalau ditangkap dapat (uang)'," tegas Opa.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar