Penyebab Karier Keisya Levronka Terganggu, Kondisi Keluarga Terungkap
Penyebab kariernya sebagai penyanyi Keisya Levronka terhenti, kondisi yang memprihatinkan di dalam keluarga diungkapkan.
Penyanyi yang berasal dari Indonesian Idol Musim ke-10, Keisya Levronka, harus mengurangi fokus pada karier sementara waktu.
Selama beberapa bulan, karier nya stagnan akibat kondisi dalam keluarga.
Keisya langsung turun tangan merawat adik bungsinya, Lexi Valleno, yang mengalami cedera parah saat mengikuti kegiatan pecinta alam di kampus Universitas Tarumanegara (Untar), Jakarta.
Peristiwa buruk terjadi pada bulan Januari 2026 dan sempat menyebabkan Lexi dalam keadaan berbahaya.
Lexi jatuh dari ketinggian dan mengalami sejumlah cedera parah. Tulang ekornya patah, ginjal sebelah kanan mengalami luka benturan dan bergeser, paru-paru terisi cairan, saraf di area panggul hingga kaki sebelah kanan tidak bekerja, serta ada luka sobek pada hati.
Keisya menceritakan perjuangannya merawat adiknya selama setahun di masa yang sangat sulit hingga proses pemulihan berjalan.
Ia mengakui bahwa ia berhenti melakukan seluruh kegiatannya di tempat kerja hanya demi Lexi.
"Perjuangan adik saya cukup berat... kita menghadapinya bersama-sama sebagai keluarga, prosesnya juga didampingi oleh teman-temannya," kata Keisya Levronka di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dikutip dari Wartakotalive.com, Rabu (1/7/2026).
"Mama pernah berhenti bekerja, aku juga menghentikan pekerjaanku selama beberapa bulan karena mengurus adik," tambahnya.
Perempuan berusia 23 tahun tersebut menyampaikan bahwa adiknya tidak hanya memerlukan pemulihan fisik, tetapi juga membutuhkan perhatian.
"Selain kondisi tubuhnya, keadaan mentalnya juga membutuhkan dukungan, jadi aku dan ibu berhenti bekerja," katanya.
Penyanyi yang berasal dari Indonesian Idol ini mengungkapkan, kondisi Lexi sangat memprihatinkan setelah mengalami kecelakaan saat sedang melakukan pendakian di Untar.
Lexi mengalami kesulitan gerak yang sangat parah hingga tidak mampu melakukan aktivitas fisik dasar.
"Ia tidak bisa, tidak bisa membungkuk ya. Ia hanya miring ke samping saja diperbolehkan, bolehnya miring ke kiri. Jadi selama beberapa bulan ia hanya bisa berbaring saja," jelasnya.
Keisya Levronka dengan cepat menolong segala kebutuhan yang diperlukan Lexi Valleno selama masa pemulihan.
"Maka jika makan harus kita berikan, lalu memotong kuku dan sebagainya," kata Keisya Levronka.
Gugat Kampus ke Pengadilan
Keluarga Keisya Levronka mengajukan gugatan terhadap Universitas Tarumanagara (UNTAR) ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat terkait kecelakaan yang menimpa Lexi Valleno jatuh dari lantai enam kampus.
Lexi Valleno, adik Keisya, jatuh dari lantai keenam saat mengikuti kegiatan pecinta alam. Ia sedang mengikuti aktivitas panjat tebing pada libur nasional Isal Almasih, tanggal 29 Maret 2024.
Persidangan pertama telah dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dalam rangka pemeriksaan berkas hingga gugatan perdata yang diajukan.
"Sebelum mengajukan gugatan, klien kami telah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak UNTAR, tetapi tidak ada hasilnya," ujar Hendro Widodo, kuasa hukum keluarga Keisya Levronka, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dilaporkan dari Tribunnews.com, Rabu (1/7/2026).
Hendro menyampaikan bahwa pihak UNTAR tidak memberikan solusi terbaik bagi keluarga Keisya, khususnya untuk Lexi.
"Kami menuntut apa yang telah dikeluarkan oleh klien kami selama proses pemulihan dan pengobatan Lexi. Namun pihak UNTAR tidak mampu memenuhinya," katanya.
Di dalam gugatannya, pihak keluarga penyanyi yang berasal dari Indonesian Idol menuntut denda materi dan tidak materi kepada UNTAR.
"Kerugiannya mencapai Rp 1 miliar," kata Hendro Widodo.
Ibu dari Keisya, Levi Leonita menyatakan bahwa pihak UNTAR sebelumnya telah beberapa kali menunjukkan niat baik kepada dirinya. Namun hingga kini belum ada kesepakatan yang memenuhi harapan keluarga.
"Maka dari itu, kami memerlukan pihak ketiga di sini agar apa yang kami harapkan dan apa yang akan mereka berikan bisa saling diterima," jelas Levi Leonita.
Setelah kejadian kecelakaan tersebut, Levi menyatakan bahwa Lexi tidak lagi melanjutkan studinya di UNTAR, namun keluarga menolak karena rasa kekecewaan yang besar karena kampus tidak mampu memenuhi harapannya.
"Siapa pun ibunya, ketika ditanya anak itu seperti nyawa. Nyawa anak tidak bisa diukur dengan apa pun. Jadi bukan hanya kecewa, tapi hancur," kata Levi Leonita.
"Kami semua juga merasakan bagaimana perjuangan kami sejak awal masuk ke rumah sakit, hingga saat ini masih belum selesai. Jadi terasa seperti masih ada jangka waktu yang panjang, dan anak saya juga belum bisa pulih seperti dulu," tambahnya.
"Berapa pun jumlah uang yang ditawarkan, tidak akan mampu mengembalikan kondisi anak saya. Namun, kita tetap perlu melangkah maju. Ya, ini tentu untuk jaminan kesehatan di masa depan, jadi kita menuntut biayanya dari pihak Untar," tambahnya.
(/Wartakotalive.com)
Posting Komentar