Profil Dony Oskara, Paman Nagita Slavina yang Jadi Petinggi Danantara, Viral di Media

- Berikut ini profil Dony Oskaria, pamannya Nagita Slavina yang menjabat sebagai pejabat tinggi di Danantara. Riwayat hidupnya kini menjadi perhatian publik.
Keluarga Raffi Ahmad kini tengah menjadi topik pembicaraan masyarakat. Kali ini, pamannya Nagita Slavina, Dony Oskaria tidak terhindar dari perhatian publik. Siapakah dia?
Profil Dony Oskaria
Dony Oskaria adalah pamannya Nagita Slavina yang menjabat sebagai pejabat tinggi di Danantara. Jejak karier dan perannya kini menjadi perhatian publik.
Mengutip dari Surya.co.id, Dony Oskaria lahir di Tanjung Alam, Tanah Datar, Sumatera Barat pada tanggal 26 September 1969. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di kampung halamannya yaitu di SD Tanjung Alam.
Lulus dari Sekolah Dasar, Dony Oskaria melanjutkan studinya di SMPN 7 Padang, SMPN 75 Kebon Jeruk, serta SMA Negeri 78 Jakarta. Ia pernah mengikuti kuliah di Universitas Andalas, Padang dengan jurusan Ilmu Akuntansi selama satu tahun pada periode 1989 hingga 1990.
Namun akhirnya, ia memutuskan untuk menempuh pendidikan tinggi di Universitas Padjadjaran, Bandung, dengan mengambil jurusan Ilmu Hubungan Internasional pada tahun 1990. Dony Oskaria lulus dan memperoleh gelar Sarjana Ilmu Politik (SIP). Pada tahun 2009, ia berhasil meraih gelar Magister Bisnis Administrasi (MBA) dari Asian Institute of Management, Filipina.
Dony Oskaria juga dikenal sebagai pamannya Nagita Slavina dari pihak ibunya, yaitu Rieta Amalia. Status Dony Oskaria sebagai kerabat artis tersebut pernah disampaikan oleh Nagita Slavina dan Raffi Ahmad.
Awalnya, Raffi Ahmad menyatakan bahwa Dony Oskaria adalah pamannya atau orang tua dari Gigi.
"Kakak Gigi itu Dony," kata Raffi dalam podcast bersama Helmy Yahya yang diunggah pada 4 November 2021.
"Ya, itu masih kerabat juga," tambah Nagita.
Namun, Nagita tidak melanjutkan pembicaraan tentang sosok Dony Oskaria. Ia hanya mengangguk setuju ketika Helmy Yahya menyebut bahwa dirinya mengenal Dony Oskaria saat bekerja di CT Corp.
Dony Oskaria memulai karier di Bank Universal sebagai petugas layanan pelanggan hingga menjabat sebagai kepala divisi personal banker, sebagaimana dikutip dari wikipedia.org. Pada tahun 2004, ia berpindah ke Bank Mega dan kemudian ditunjuk sebagai CEO di beberapa anak perusahaan CT Corp.
Beberapa jabatan yang pernah diemban antara lain CEO Hospitality & Entertainment CT Corp (2018-2020), Presiden Direktur Trans Studio Mall (2014-2020), CEO AntaVaya (2014-2020), serta Managing Director Bank Mega (2012-2014). Akibat investasi CT Corp dalam Garuda Indonesia, Dony ditunjuk sebagai perwakilan CT Corp di perusahaan penerbangan pelat merah tersebut.
Ia diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia sejak akhir 2014. Pada bulan Januari 2016, Presiden Jokowi mengajaknya menjadi anggota Dewan Penasihat Presiden di bidang Ekonomi dan Industri dalam Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).
Dony Oskaria menjabat sebagai Ketua Tim Kerja yang bertanggung jawab dalam pengembangan sektor pariwisata di Indonesia. Posisi lain yang pernah dipegang oleh Dony Oskaria adalah sebagai Komisaris PT Citilink Indonesia pada tahun 2019 dan Wakil Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk. dari tahun 2020 hingga 2021.
Dony Oskaria pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), yang merupakan holding BUMN di bidang aviasi dan pariwisata, mulai dari September 2021 hingga Oktober 2024.
Sebelumnya, ia terpilih sebagai Wakil Menteri BUMN sejak 21 Oktober 2024. Pada 4 November 2024, Dony Oskaria diangkat sebagai Wakil Komut Pertamina berdasarkan Keputusan Menteri BUMN.
Belum genap empat bulan menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN, Dony Oskaria telah ditunjuk sebagai COO Danantara yang memimpin holding Operasional yang secara resmi dibentuk hari ini, Senin (24/2/2025).
Di Danantara, tugas Dony Oskaria adalah mendukung Rosan Roeslani yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) dan Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO).
Setelah membahas profil Dony Oskaria, pamannya Nagita Slavina kini menjadi perhatian setelah menjabat sebagai Danantara.
Dony Oskaria yang menjabat sebagai Chief Operating Officer Danantara Indonesia serta Kepala Badan Pengaturan BUMN menyatakan komitmennya dalam mengungkapkan data investasi secara terbuka.
Pernyataan itu diungkapkan setelah Presiden Prabowo Subianto meminta agar semua pencapaian dan data investasi dapat diakses oleh masyarakat. Dony menjelaskan bahwa transparansi informasi merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kepercayaan para investor terhadap Indonesia.
"Presiden menekankan pentingnya pengungkapan informasi kepada masyarakat. Kami telah menerima perintah tegas agar semua pencapaian dan data investasi disampaikan secara terbuka kepada publik," kata Dony dalam pernyataan resmi, Senin (15/6/2026), dilansir dari Kompas.com.
Dony Oskaria mengatakan bahwa arahan tersebut diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang diadakan di Istana Kepresidenan pada Minggu (14/6/2026). Menurutnya, perintah Presiden ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk tidak hanya memperhatikan jumlah investasi yang masuk, tetapi juga memastikan kualitas dari investasi yang dihasilkan.
Dony Oskaria menjabat sebagai Chief Operating Officer Danantara Indonesia yang bertanggung jawab atas pengelolaan investasi serta operasional lembaga tersebut. Di sisi lain, dalam kapasitasnya sebagai Kepala BP BUMN, ia juga memiliki tugas untuk memantau kinerja perusahaan-perusahaan milik negara.
Dony hadir dalam pertemuan terbatas Kabinet Merah Putih yang membahas peningkatan minat para investor internasional terhadap perekonomian Indonesia. Dalam acara tersebut, beberapa menteri dari Kabinet Merah Putih juga turut berpartisipasi.
Presiden Prabowo Subianto pada kesempatan tersebut menerima laporan dari para pejabat terkait minat investor asing serta berbagai peluang investasi strategis yang sedang dipertimbangkan.
Pemerintah menganggap bahwa kebebasan akses terhadap data investasi sebagai langkah penting dalam menjaga kepercayaan para investor internasional. Selain itu, transparansi diharapkan mampu memperkuat daya tarik Indonesia dalam menarik aliran modal asing langsung atau foreign direct investment (FDI). (*)
Posting Komentar